Minggu, 08 Mei 2016

Kamu Beruntung Kalau Pernah Mengalami 1 dari 10 Pengalaman Menyakitkan Ini

ATN - Ketika ATN menyebutkan pengalaman buruk, kamu pasti bisa langsung mengingat pengalaman buruk yang pernah menghantuimu. Atau bahkan, kini kamu sedang mengalami pengalaman buruk itu. Kamu merasa gagal, jatuh dan tidak semangat untuk menjalani aktivitas harianmu.
Tapi tahukah kamu, kadang pengalaman yang buruk itu justru memberikan berjuta pelajaran untuk hidupmu di masa mendatang. Hal-hal buruk yang menimpamu justru akan menempamu menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa. Gak percaya? Berikut 10 pengalaman "brutal" nan menyakitkan yang akan mengajarkanmu apa arti sebuah kedewasaan.

1. Ditipu oleh orang yang kamu percayai sepenuh hati.
Kamu mungkin pernah memercayai seseorang dengan sepenuh hati. Tetapi siapa sangka ia akan berkhianat mengingkari kepercayaan yang kamu berikan. Tidak apa-apa, pengalaman ini akan mengajarkanmu siapa orang yang dapat kamu percaya dan tidak. Kelak, kamu juga tidak akan melakukan kesalahan yang sama dalam memilih teman untuk kamu percayai.

2. Kegagalan besar yang membuatmu merasa tak berharga.
Kegagalan merupakan bagian dari hidup manusia. Tak ada yang perlu disesali ketika mengalaminya. Semakin sering kamu menerima kegagalan, semangat mental baja yang kamu miliki semakin terasah. Kegagalan tidak akan membuat dirimu berhenti berkarya dan mencoba.

3. Kesialan tak terduga yang terjadi sehari-hari.
Ban sepeda motor yang bocor di tengah jalan, makanan tidak enak, hasil ulangan maupun rapor yang jelek ketika sekolah dan banyak kesialan-kesialan lain. Hal-hal kecil ini membuatmu berpikir seolah-olah semesta tidak mendukung keberadaanmu. Namun nyatanya, kesialan-kesialan kecil itu membuatmu lebih bisa bersyukur atas hal baik dalam hidup dan belajar menertawakan hal-hal kecil yang biasa kamu sebut dengan kesialan.

4. Memaafkan kesalahan yang sebenarnya tidak bisa ditoleransi.
Memaafkan kesalahan orang lain adalah hal yang berat. Apalagi kalau kesalahan tersebut memberi kerugian besar padamu. Maka ia yang mampu memaafkan adalah orang yang dapat menangani hal berat tersebut. Memaafkan tidak membuatmu lemah, ia justru membuatmu kuat.

5. Beratnya menerima diri sendiri apa adanya.
Menerima dan mencintai diri sendiri butuh waktu lama. Kamu akan sadar bahwa kebahagiaan diri sendiri terkadang lebih penting daripada peduli dengan omongan orang lain. Namun setelah mampu menerima dirimu apa adanya, hidupmu bakal lebih lega dan bahagia.

6. Beratnya menjalani hubungan jarak jauh.
Berpisah dengan orang terdekat sangatlah terasa berat. Membayangkan hidup esok hari tanpa kehadiran fisiknya, hanya perhatian dan suaranya lewat telepon genggam. Namun pengalaman 'menyakitkan' ini akan mengajarkan hatimu untuk menjadi independen dan menghargai waktu bersama orang-orang terdekatmu.

7. Berusaha keras untuk tidak egois dan tidak mementingkan harga diri.
Harga diri penting untuk dipertahankan agar kamu tidak diinjak-injak orang lain. Namun terkadang harga diri bisa membuatmu merasa lebih tinggi dan mulia dibandingkan manusia lainnya. Kalau kamu sanggup untuk tidak mementingkan harga diri, maka itu artinya kamu bisa mengontrolnya. Bukan harga diri yang mengontrol dirimu. Kamu akan melihat bahwa tiap makhluk Tuhan itu sama kedudukannya, mereka berhak hidup dan bahagia.

8. Tidak bisa membeli barang mewah atau branded.
Barang-barang mewah itu terkadang tak berarti apa pun. Mereka hanya menjadi alat untuk ajang pameran bahwa seseorang mempunyai uang cukup banyak untuk dihambur-hamburkan. Kadang manusia memang ingin dianggap kaya dan mampu. Sulit sekali untuk melepaskan diri dari pandangan ini. Namun kalau sanggup, kamu akan belajar bahwa jauh lebih banyak yang berharga dalam hidup ini dibanding barang-barang mewah. Keluarga dan sahabat-sahabatmu misalnya.

9. Mencintai seseorang dan bertepuk sebelah tangan.
Berat rasanya mencintai tanpa pamrih, memberi namun tak mengharap kembali. Namun kalau kamu mampu melakukannya, maka kamu akan tahu apa arti cinta sesungguhnya. Mencintai seseorang dengan cara seperti ini memang menyakitkan. Tapi saat orang lain membalas cintamu, kamu akan semakin yakin dan percaya bahwa jodoh memang kehendak Tuhan.

10. Kamu merasa terpuruk dan berada di titik terendah dalam hidupmu.
Saat kamu sedang terpuruk, berat rasanya untuk bisa menatap hidup dan membagikan energi positif ke orang lain. Namun manusia sejatinya adalah pembawa kemakmuran dan kebahagiaan di bumi. Maka berlatihlah menyebarkan kebaikan, minimal dengan sebuah simpul senyuman. Kau akan tahu bahwa penderitaan hidup kadang hanya perlu ditanggapi dengan senyuman dan semuanya akan terasa lebih ringan.

Jadi, saat kamu mengalami hal-hal di atas, jangan pernah takut ya! Justru kamu beruntung kalau sudah pernah mengalaminya.
 
Dari berbagai sumber

Saya bukan bermaksud untuk menggurui, tapi hanya sekedar berbagi pengetahuan dan jangan lupa memberi link sumbernya jika copy paste artikel kami.

1 komentar:

  1. hmm, benar sekali, semua hal itu jangan disesali melainkan harus di syukuri..

    BalasHapus

Jika Anda tidak mempunyai akun google untuk memberi komentar, Anda dapat menggunakan Anonymous atau google + untuk memberikan komentar. Silahkan beri komentar. Terimakasih