Senin, 23 Februari 2015

Permainan Anak Kota VS Anak Desa


ATN - Masa Kanak-Kanak adalah masa yang paling indah dan berkesan dalam hidup kita. Ketika itu, rasanya hidup tidak punya beban rutinitas dan tanggung jawab. Kita bisa puas bermain tanpa memikirkan uang dan lain-lainnya. Bahan dan alat apapun yang ada di sekitar kita bisa dijadikan bahan mainan. Selama masih bersama dengan teman-teman, apapun akan diubah menjadi mainan.

Bagi anda yang menjalani masa kecil anda di desa, tentu anda akrab dengan permainan tradisional yang identik dengan adu ketangkasan. Sementara, bagi anda yang lahir dan besar di kota, anda tentu dikelilingi dengan fasilitas bermain seperti di mall atau wahana permainan yang canggih. Kali ini kami akan meringkas beberapa mainan yang menemani masa kecil kita, baik bagi yang tinggal di desa maupun di kota.
 
1. Berenang di Desa VS Berenang di Kota
 
Jika anda tinggal di desa, maka berenang adalah permainan yang paling gampang untuk dilakukan. Bermodalkan celana pendek, anak-anak di desa biasanya akan menghabiskan waktu yang sangat lama untuk bermain di sungai. Bocah-bocah yang bertugas memandikan hewan peliharaannya juga biasanya akan memandikan sapinya di sungai. Kegiatan di sungai tidak berhenti hanya sekadar berenang saja, namun juga menangkap hewan-hewan yang ada di sungai seperti siput atau ikan-ikan kecil.

Berenang di sungai

Waktu yang paling tepat untuk bermain di sungai adalah sepulang sekolah. Dan batas bermainnya adalah menjelang Maghrib. Kalau sudah Maghrib biasanya anak-anak di desa akan cepat-cepat pulang karena menurut orangtua mereka banyak “makhluk halus” yang siap menangkap mereka jika masih bermain.

Berenang ala di kota

Sementara di kota, kalau orangtua anda cukup kaya, maka anda bisa berenang di rumah atau di wahana permainan air yang tersebar di sudut-sudut kota. Kolam renang umum juga banyak disediakan dinas pemerintah setempat sebagai fasilitas bagi warganya. Di kolam renang umum seperti ini permainan hanya terbatas pada berenang. Sementara, jika berenang di wahana air, anda akan menemukan banyak sekali permainan yang menarik dan memantang. Di masa-masa libur, berenang mungkin tidak lagi menjadi hal yang menarik, karena kolam umum biasanya akan sangat dipadati oleh pengunjung. Jangankan untuk berenang dengan puas, bergerak saja rasanya sulit.
 
2. Petak Umpet di Desa VS Di Kota
 
Main petak umpet di desa akan membawa anda ke permainan petak umpet yang jauh lebih rumit. Teman anda bisa meningkatkan “skill” bersembunyinya, dari bersembunyi di balik pohon, hingga naik ke atas pohon. Anda juga harus siap-siap mencari teman yang mengumpet di dekat kandang ternak, di balik semak-semak ilalang yang gatal atau bahkan masuk ke dalam hutan kecil di sekitar area bermain anda.

Main Petak Umpet di Desa
 
Seperti permainan lainnya, permainan petak umpet ini akan berakhir seiring terdengarnya panggilan adzan. Anak-anak di desa percaya jika adzan Maghrib sudah terdengar dan masih ada yang bermain petak umpet, maka mereka akan selamanya hilang dan tidak pernah ditemukan.
 
Main Petak Umpet di Kota
 
Permainan petak umpet di kota juga tidak kalah seru, asalkan komplek rumah anda cukup luas. Permainan ini lebih seru lagi jika ada rumah kosong di sekitar tempat anda tinggal. Biasanya, hanya anak-anak bernyali besarlah yang berani “ngumpet” di rumah kosong. Permainan petak umpet juga bisa dimainkan di dalam rumah, hanya saja anda harus siap-siap mendegar “repetan” ibu jika rumah mendadak menjadi berantakan karena kita sibuk mencari tempat bersembunyi.
 
3. Playground vs Sawah
 
Jika anda dibesarkan di desa, kemungkinan besar tempat tinggal anda dekat dengan ladang/sawah. Di sini, layaknya sebuah playground yang memiliki banyak pilihan mainan, anda bisa memainkan banyak hal. Bagi anak-anak perempuan, inilah tempat terbaik untuk berburu bahan “masakan” seperti bekicot, umbi-umbian dan daun-daunan.
 
Bermain Di Sawah Ala Anak Desa

Sementara, untuk anak laki-laki, biasanya mereka berburu belut, belalang atau burung. Bermain di “playground” ini artinya harus siap-siap dimarahi ibu karena baju kotor akibat lumpur. Namun, setelah permainan yang mengasyikkan dan penuh canda tawa, dimarahi ibu rasanya tidak ada apa-apanya.
 
Playground Anak Kota
 
Bagi anda yang tinggal di kota, playground tersedia di taman-taman kota dan mall. Namun, fasilitas di taman kota sering kali tidak terawat, sehingga pilihan lebih sering jatuh pada mall. Di mall anda akan dimanjakan dengan mesin permainan yang dijalankan dengan koin khusus. Selain bermain anda juga bisa mendapat hadiah dari tiket yang anda kumpulkan dari hasil ketangkasan anda mencetak skor di mesin. Namun permainan di mall seperti ini cenderung didesain untuk permainan satu atau dua orang saja, tidak permainan massal seperti di sawah.
 
4. Masak-masakan Ala Desa vs Kota
 
Di desa, main masak-masakan mungkin sudah sampai level memasak sebenarnya. Karena semua bahan yang dimasak adalah bahan-bahan yang benar-benar bisa dimakan. Anak-anak di desa biasanya akan mengumpulkan bahan seperti; siput, bekicot, ikan-ikan kecil, lalu dibakar dengan api unggun kecil yang dibuat dari ranting-ranting yang berserakan di sekitar tempat bermain. Alat masaknya bisa apa saja; batang bambu, batok kelapa atau pelepah pisang. Setelah dimasak, biasanya makanan itu akan disantap dengan teman-teman. Seperti apa rasanya? mungkin tidak enak, namun makan bersama teman-teman selalu jadi momen spesial yang tidak bisa dilupakan.
 
Masak-Masakan di Desa
 
Sementara di kota, main masak-masakan di kota akan sangat seru karena fasilitasnya sudah mewah. Banyak sekali toko-toko yang menjual alat masak-masakan mini yang sesuai dengan proporsi anak-anak. Bahkan di mall-mall sudah banyak sekali dibuka cooking class khusus anak-anak, dimana anak-anak akan bermain masak-masakan dengan alat-alat dan pendamping yang profesional.
 
Masak-Masakan Ala Anak Kota
 
Dimanapun kita melalui masa kecil kita, masa kecil tetaplah masa paling indah yang akan tetap kita kenang. Saat kita kecil, tidak ada gadget yang tiap saat berbunyi dan mengganggu aktifitas kita. Kita juga punya banyak sekali teman untuk melalui suka dan duka.
 
Jadi, sebaiknya mulai dari sekarang kita pertimbangkan dengan bijak, masa kecil seperti apakah yang ingin kita ciptakan untuk anak-anak kita kelak. Tidak harus di kota atau di desa, yang pasti kita harus bijak untuk memberikan yang terbaik agar masa kecil mereka menjadi indah. Seperti halnya masa kecil kita. Seperti seharusnya masa kecil semua orang. (HLH/atn)
sumber: 1
banner
Previous Post
Next Post

2 komentar:

Jika Anda tidak mempunyai akun google untuk memberi komentar, Anda dapat menggunakan Anonymous atau google + untuk memberikan komentar. Silahkan beri komentar. Terimakasih