Selasa, 17 Maret 2015

Ibu Ini Terus Membiarkan Anaknya Terjatuh. Alasannya Akan Membuat Kita Sulit Berkata-Kata!


ATN - Tak ada cinta kasih yang paling tulus yang diberikan kepada kita selain kasih seorang ibu.

Rasa sayang dan cinta kasih yang mereka berikan adalah kasih sayang yang begitu tulus yang tak pernah mengharapkan balasan dan imbalan dari anak-anaknya. Tak peduli seberapa sulit dan seberapa susah mereka merawat dan menjaga kita sewaktu kecil hingga bisa seperti saat ini, kasih sayang seorang ibu tak pernah berubah atau memudar seperti asap yang akan mudah menghilang ketika tertiup angin.

Menjaga dan mendidik anak adalah tanggung jawab besar yang senantiasa menjadi kewajiban untuk para orangtua. Setiap orangtua tentu menginginkan anak-anaknya tumbuh dewasa menjadi seorang yang bersahaja dan berguna baik bagi lingkungan, negara dan agamanya. Setiap ibu senantiasa mengharapkan hal yang terbaik untuk anaknya, agar dewasa kelak mereka bisa dihargai dan mendapatkan penghidupan yang baik, sehingga berhasilah rawatan dan didikan yang ibu dan orangtua berikan selama ini.

Memang sulit menjaga dan mendidik seorang anak untuk bisa tumbuh menjadi seseorang yang benar-benar berharga. Untuk itulah, tak heran jika banyak ibu dan orangtua diluar sana yang akan senantiasa melakukan hal apa saja demi membuat anaknya bisa menjadi seseorang yang berguna dewasa kelak.
Pola didikan antara satu ibu dan ibu lainnya tentu berbeda, sebab masing-masing dari mereka memiliki 'caranya masing-masing' dalam mendidik anak-anak mereka untuk menjadi anak yang seperti mereka harapkan.

Jika kita mengingat masa kecil kita, sewaktu kita baru saja belajar berdiri dan sudah mengingat masa-masa dimana kita mulai belajar melakukan segala hal, entah itu bermain sepeda, menari, belajar meloncat atau hal apa saja yang benar-benar ingin kita kuasai. Seringkali ibu hanya membiarkan kita sewaktu kita terjatuh, bahkan setelah mengetahui kita terluka, ibu terus saja menyuruh kita untuk bangkit dan kembali mencobanya.

Sekilas mungkin kita akan berpikir, bagaimana bisa ibu terus-terusan membiarkan kita jatuh dan malah meminta kita untuk mencobanya, dan mengganggap jika ibu tak menyayangi kita. Kita mungkin pada saat itu mengharapkan jika ibu datang mendekap kita, mengobati luka kita dan meminta kita untuk berhenti dan menyudahi saja apa yang sedang kita lakukan. Namun nyatanya, hal tersebut tidak kita dapatkan dan membuat kita berpikiran jika ibu kita begitu tega.

Namun, coba kembali renungkan, dengan kita bisa menjadi dirinya yang saat ini apakah kita masih berpikiran jika apa yang kita dapatkan ini hasil kerja keras sendiri? apakah kita masih berpikir jika ibu tidak mengambil andil atas apa yang kita dapatkan? Jika saja waktu itu ibu meminta kita menyudahi apa yang kita lakukan dan menyerah untuk tidak pernah lagi berusaha, maka kita tidak mungkin mendapatkan apa yang kita inginkan saat ini.

Mungkin saat ini kita masih duduk bersama dengan ibu kita menjadi seorang yang tanpa pekerjaan, seseorang yang masih bergantung pada ibu kita. Dan inilah yang tidak diinginkan oleh ibu, jika saja mereka tak meminta kita untuk bangkit dan mencoba kembali sewaktu kita terjatuh, maka saat ini kita masihlah bergantung pada ibu. Menjadi seseorang yang tak punya nyali dan keberanian untuk mencoba dan bersungguh-sungguh melawan kehidupan yang keras ini.

Nah, video kali ini akan membuka mata anda apa yang dilakukan ibu pada kita selama ini adalah apa yang diharapkannya, yang telah menjadi doanya selama ini agar kita bisa menjadi diri kita yang berharga.


Mengharukan ya? Silahkan share dan koment..
sumber
banner
Previous Post
Next Post

2 komentar:

Jika Anda tidak mempunyai akun google untuk memberi komentar, Anda dapat menggunakan Anonymous atau google + untuk memberikan komentar. Silahkan beri komentar. Terimakasih